Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan -hafizhahullah- berkata :
Dahulu di masa Jahiliyah, orang-orang Jahiliyah selain mereka beribadah kepada Allah mereka juga beribadah kepada selain Allah dengan berbagai macam peribadatan. Di antaranya adalah peribadatan kepada para auliya’ dan shalihin (kepada wali dan orang-orang shalih).
Sebagaimana yang terjadi pada kaum nabi Nuh. Tatkala mereka berlebih-lebihan ghulu kepada orang-orang shalih, yaitu (diantara nama-namanya adalah) : Wad, Suwa’, Yaghuts dan Nasr. Dan mereka juga mengibadahi kuburan orang-orang shalih selain dari mengibadahi Allah ‘Azza wa Jalla.
Dengan dalih bahwa mereka adalah orang-orang shalih, dan bahwasanya orang-orang shalih tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.
Dan bahwasanya orang-orang shalih tersebut bisa memberikan syafaat di sisi Allah, demikianlah tingkatan Jahiliyah terjadi dengan cara ini.
Dan mereka tidak menamakan perbuatan mereka ini dengan kesyirikan, karena syaiton menghias-hiasi kepada mereka bahwa perbuatan mereka ini bukan perbuatan syirik, perbuatan mereka ini adalah tawasul kepada orang-orang shaleh, dan meminta syafaat kepada orang-orang sholeh.
Dan penilaiannya bukan pada nama tetapi pada kenyataanya. Dan perbuatan ini adalah syirik meskipun dinamai dengan syafaat dan upaya pendekatan diri (kepada Allah). Ini adalah syirik karena penamaan tidak merubah kenyataan.
Dan Allah tidak ridha disekutukan bersama Dia dengan sesuatu apapun dari hamba-hambanya. Sebagaimana firman Allah ta’ala :
فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً
Artinya : Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabbnya
Juga firman Allah :
فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصاً لَهُ الدِّينَ
Artinya : dan beribadahlah kepada Allah dengan mengikhlaskan / memurnikan agama kepadaNya (az-Zumar : 2)
Ibadah tidak akan bermanfaat kecuali dengan keikhlasan dan mutaba’ah / pengikutan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم
وكانوا في الجاهلية يعبدون الله، ويعبدون أشياء كثيرة، ومنها: عبادة الأولياء والصالحين، كما حصل لقوم نوح لما غلوا في الصالحين: ود وسواع ويغوث ونسر، وعبدوا قبورهم من دون الله عز وجل، بحجة أنهم صالحون، وأنهم يقرّبون إلى الله، وأنهم شفعاء عند الله، كذلك درجت الجاهلية على هذا المنوال،
ولا يسمون عملهم هذا شركاً؛ لأن الشيطان زين لهم أن هذا ليس بشرك، وإنما هو توسل بالصالحين واستشفاع بالصالحين، والعبرة ليست بالأسماء، العبرة بالحقائق، فهذا شرك وإن سَمَّوْه تشفعاً وتقرباً، فهو شرك؛ لأن الأسماء لا تغيّر الحقائق، والله لا يرضى أن يُشْرك معه أحد في عبادته، كما قال تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً} [الكهف: ١١٠] ،
وقال تعالى: {فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصاً لَهُ الدِّينَ} [الزمر: ٢] ،
العبادة لا تنفع إلا مع الإخلاص، والمتابعة للرسول صلى الله عليه وسلم.
شرح مسائل الجاهلية
✍🏻Penerjemah : Abu Iqbal غفر الله له
Ma’had Ta’zhim As-Sunnah